oleh Langit Kresna Hariadi Udara mendidih di tatag rambat bale manguntur dan bara api neraka yang bersembunyi di bawah tanah bagai siap menghanguskan apapun dan siapapun, seolah tak rela tidak sertakan dalam perebutan kekuasaan di salah satu sayap ada kusumawardani, di sayap istana lain ada bhre wirabumi, serta ada keculasan ... [selengkapnya]
oleh Langit Kresna Hariadi Tiada yang menyangka, utang budi bisa berakibat petaka. Terlebih, jika itu menyangkut nyawa. Terlebih, jika berutang nyawa pada manusia macam Darmadi. Bagi Dharmawan, utang nyawa pada sahabatnya yang gemar menggarap istri orang itu membuat hidupnya jungkir-balik. Darmadi tak hanya merusak rumah ... [selengkapnya]
Uang sebesar hampir seratus lima puluh juta dalam koper itu lenyap, tidak ada jejaknya. Di dalam koper butut itu tertinggal sebuah kuitansi dengan bunyi: "Telah kami terima uang sejumlah seratus empat puluh delapan juta rupiah, lain kali lagi ... [selengkapnya]