oleh Riawani Elyta "Saat pahitnya kenyataan mengitari gadis itu dari segenap arah, dia hanya punya satu pilihan: menjalaninya."
Langit Kota Beijing berpesta, pijar warna kembang api terlontar bergantian ke angkasa. Gemuruh seketika melenyapkan suara-suara yang meriung di segenap kota. Namun, ... [selengkapnya]
oleh Riawani Elyta Sepertinya, kita masih punya peluang.
Saat yang kubawa dari masa lalu hanyalah luka yang membiru. Dan yang kulalui di masa kini adalah ribuan onak duri. Sanggupkah hadirmu yakinkanku akan bahagia di masa depan? Sementara kau.... Adalah saksi dari semua perjalanan itu. ... [selengkapnya]
oleh Riawani Elyta Suara dari masa lalu itu masih berembus kencang. Menyergapku dalam rindu yang dingin Ini tentang rasa yang terus tumbuh dan terpelihara. Jika tidak ... [selengkapnya]