Seseorang yang menjadikan dunia tetap berjarak dari kesucian misi hidupnya akan memperoleh ruang kontemplasi dan kesadaran. Mereka yang larut dan lupa tujuan akan "kesinggahan"-nya itulah yang tertipu karena merasa akan selamanya tinggal di dunia. Dalam kesadaran semacam itulah ... [selengkapnya]
oleh Hanif Arizal Bukan rahasia umum lagi, dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam belajar sering sekali ditemui kerancuan dalam tata bahasa atau cara mengejanya pada saat menulis atau membaca. Setiap orang biasanya memiliki gaya bahasa atau pemahaman sendiri-sendiri, seperti pemaka-ian tanda baca atau penulisan ... [selengkapnya]