oleh Musdalifah Bagi Hanna, embun itu seperti cinta. Tidak perlu warna yang berkilau untuk mendefinisikan wujudnya. Tapi, membutuhkan pengorbanan untuk menjumpainya. Menunggu. Iya, bukankah cinta seperti itu? Harus selalu ada yang dikorbankan untuknya. Untuk menikmati sejuknya embun, pengorbanannya adalah waktu. ... [selengkapnya]
oleh M. Shodiq Mustika, Rusdin S.Rauf Setiap orang mempunyai potensi yang nyaris tanpa batas untuk kaya, sehat dan bahagia. Bakat dan nasib bukanlah faktor yang menentukan seseorang bisa atau tidak untuk meraih ketiganya. Dengan shalat Tahajud, sesuatu yang seakan mustahil terjadi akan terlihat sangat mungkin diwujudkan.