Uang sebesar hampir seratus lima puluh juta dalam koper itu lenyap, tidak ada jejaknya. Di dalam koper butut itu tertinggal sebuah kuitansi dengan bunyi: "Telah kami terima uang sejumlah seratus empat puluh delapan juta rupiah, lain kali lagi ... [selengkapnya]
oleh Langit Kresna Hariadi Tiada yang menyangka, utang budi bisa berakibat petaka. Terlebih, jika itu menyangkut nyawa. Terlebih, jika berutang nyawa pada manusia macam Darmadi. Bagi Dharmawan, utang nyawa pada sahabatnya yang gemar menggarap istri orang itu membuat hidupnya jungkir-balik. Darmadi tak hanya merusak rumah ... [selengkapnya]