|
| 23321. | 
| | oleh Sandy Pokras
Rp 40.000 Rp 34.000 [selengkapnya]
|
|
| 23322. | 
| | oleh Sandy Triyasa
Rp 25.500 Rp 21.675 Puaskah Anda dengan hidup Anda sekarang? Ataukah Anda merasa berada dalam labirin kehidupan yang tak berjuang? Anda mendambakan sebuah keajaiban utnuk membalikkan keadaan? Jika perubahan harus terjadi dalam hidup Anda, sekaranglah saatnya. Perubahan itu harus dimulai dari diri sendiri. Tetapkan ... [selengkapnya]
|
|
| 23323. | 
| | From Personal Enlightenment Towards God Corporate Governance oleh Sanerya Hendrawan, Ph. D.
Rp 49.000 Rp 41.650 “A must-read book. Keberhasilan penulis terletak pada kepiawaiannya mengambil nilai-nilai spiritual, menggunakan alat analisis modern, dan memberikan contoh konkret penerapannya pada individu dan korporasi.” Adiwarman Azwar Karim, Pakar Ekonomi Islam dan Bank Syariah, Direktur Karim Business ... [selengkapnya]
|
|
| 23324. | 
| | oleh SANFORD LABOVITZ
Rp 38.000 Rp 28.500 [selengkapnya]
|
|
| 23325. | 
| | oleh Sangeeta Ray
Rp 55.000 Rp 46.750 Melalui buku ini Sangeeta Ray hendak menawarkan kajian teoretis dan kritis terhadap tulisan-tulisan Gayatri Chakravorty Spivak. Spivak sendiri awalnya menjadi dikenal publik sebagai penerjemah dan penafsir karya penting Derrida, Of Grammatology, yang selanjutnya menjadi literatur yang berjasa dalam ... [selengkapnya]
|
|
| 23326. | 
| | oleh Sanggar Busana Tien Santoso
Rp 150.000 Rp 127.500 [selengkapnya]
|
|
| 23327. | 
| | oleh Sanggar Busana Tien Santoso
Rp 78.000 Rp 66.300 Seringkali modernisasi untuk alasan kepraktisan menggusur nilai luhur budaya sehingga sebuah pernikahan jadi kehilangan makna. Padahal prosesi pernikahan penuh arti untuk membekali calon mempelai mewujudkan niat suci diwariskan oleh budaya yang sangat tinggi dan bermutu.
Tata rias ... [selengkapnya]
|
|
| 23328. | 
| | oleh Sani Susanto Phd dan Dedy Suryadi
Rp 25.000 Rp 21.250 [selengkapnya]
|
|
| 23329. | 
| | oleh Sania Putri Rasyid
Rp 36.500 Rp 31.025 [selengkapnya]
|
|
| 23330. | 
| | oleh Sanie B. Kuncoro
Rp 54.500 Rp 46.325 Ranting, Tawangsri, Gendhing, dan Zhang Mey tumbuh bersama sejak belia. Mereka menjalani takdir sebagai perempuan dan menemukan bahwa hidup tak selalu terkonfigurasi serupa dongeng masa lalu para peri.
Kebun kehidupan pun acapkali melalui kemarau panjang yang harus dilewati. Mereka tak berdaya ... [selengkapnya]
|
|