Cari berdasarkan:














Hasil Pencarian untuk "Joel T. Levis, Gus M. Garmel"



Pencarian anda tidak ditemukan!
Anda tidak menemukan buku yang anda cari?? Request buku yang anda inginkan dari kami!

Beberapa buku yang mendekati hasil pencarian:




oleh Heru Prasetia & Edi Jatmiko
Rp 22.500      Rp 19.125
Gus Dur, dikagumi sekaligus dicerca. Komentar-komentarnya kerap menimbulkan kontroversi. Namun, banyak orang tetap menjadikannya panutan, tak lain karena integritas, kecerdasan dan kearifannya sebagai seorang budayawan, tokoh agama dan negarawan. Jika sebelumnya kisah hidup Gus Dur banyak ...  [selengkapnya]





oleh Non Author
Rp 35.000      Rp 29.750

  [selengkapnya]






oleh Hisanori Kato
Rp 47.000      Rp 39.950
Buku karya sosiolog Jepang yang ditulis berdasarkan penelitian tentang seluk-beluk Islam di Indonesia selama lebih dari satu dekade. Berisi hasil wawancara dan analisis dari pendapat sejumlah tokoh Islam dari berbagai mazhab dan aliran.

Apa saja perbedaan dan persamaan persepsi ...  [selengkapnya]






oleh Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj & H. A. Muhaimin Iskandar, M.Si.
*** Out of Print ***

  [selengkapnya]





oleh Arief Mudatsir Mandan, Miftahuddin
Rp 30.000      Rp 19.500
Sosok Gus Dur seperti mengandung paradoks. yang kenal dengan beliau bercerita dengan muatan emosi intensif, padahal gaya Gus Dur selalu terkesan tidak ambil pusing. Ini adalah bentuk kepribadian yang sekilas tampak kontradiktif. Ada empati mendalam di balik ucapannya yang seolah menggampangka ...  [selengkapnya]





oleh Argawi Kandito
*** Out of Print ***

BOLEH dikatakan, apa yang tersaji dalam buku ini ibarat tombak bermata dua. Yang satu menusuk ke arah kepala (rasio), sementara yang lain merenggut ke kedalaman dada (ruhani). Pemikiran-pemikiran (arwah) Gus Dur yang (semakin) cemerlang dan (karena beliau telah wafat) jauh dari tendensi politis, ...  [selengkapnya]





oleh Azeli M. Dura
Rp 25.000      Rp 21.250
Gus Dur memang telah pulang ke haribaan-Nya dengan tenang dan mulia. Namun namanya tetap dikenang se-bagai orang hebat, dahsyat, dan juga humoris. Nah, inilah humor-humor segar, nyeleneh, dan kaya ilham (inspiratif) bagi kita semua, yang lahir dari sosok Gus Dur. Sebagai sang humoris, ...  [selengkapnya]





oleh Hamid Basyaib
Rp 29.800      Rp 25.330
  [selengkapnya]





oleh Kumpulan Tulisan Kompas
Rp 50.000      Rp 42.500
Abdurrahman Wahid (Gus Dur) merupakan simbol kesetaraan dan pluralisme, santri neomodernis par excellence. Seorang guru bangsa dan solidarity maker. Ia menginginkan setiap orang diperlakukan setara dalam hukum, tanpa membeda-bedakan warna kulit, etnis, agama, atau ideologinya. Gus Dur menghargai ...  [selengkapnya]





oleh Kumpulan Tulisan Kompas
*** Out of Print ***

”Sementara orang kecil menderita terus, dan elite politik saling menghujat terus mengapa Gus Dur melucu terus?” (Oom Pasikom, Kompas) "Abdurrahman Wahid (Gus Dur) terpilih menjadi Presiden Keempat RI sebagai figur perekat berbagai komponen bangsa yang saat itu sedang terkoyak. Tetapi, perjalanan ...  [selengkapnya]





oleh Islahuddin
Rp 27.500      Rp 23.375
Gus Dur menertawakan NU? Ah, yang bennneeer? Masa iya sih? Bukankah dia seorang kyai? Keturunan pendiri NU dan mantan Ketua Umum PB NU lagi! Nggak mungkin deh dia merendahkan “diri sendiri”! Eiiit… jangan salah paham dulu donk! Menertawakan bukan berarti menghina loh…! Makanya jangan suka ...  [selengkapnya]





oleh M.Alwi Fuadi
*** Out of Print ***

Jika kita merindukan cahaya Tuhan dan para wali-Nya maka nasihat-nasihat Gus Miek adalah mutiara-mutiara hikmah penerang pemandu jalan. Kita tidak hanya dibukakan dengan wawasan hidup, namun lebih jauh masuk dalam jaring-jaring kelembutan cinta Allah dan rasul-Nya melalui perbincangan dengan sosok ...  [selengkapnya]





oleh AL-ZASTROUW NG
Rp 111.000      Rp 83.250
  [selengkapnya]





oleh Disney
*** Out of Print ***

Teman baru Cinderella, Gus Tikus, memberinya buket mawar yang cantik. Celakanya, hadiah itu membuat Cinderella mendapat masalah karena bunga-bunga itu dipetik Gus dari taman ibu tirinya. Cinderella mengajak Gus ke desa untuk membeli pohon mawar pengganti. Tapi di desa, lagi-lagi Gus melakukan ...  [selengkapnya]





oleh Gus Nuril Soko Tinggal & Khoerul Rosyadi
*** Out of Print ***

“Pak Hardi, saya titip bangsa ini. Tolong ikut dikawal Pansus Century di DPR. Besok Kamis, saya akan pulang ke Tebuireng dengan diantar banyak orang. Saya sudah ditunggu ayah saya di sana,” ucap Gus Dur tepat 3 hari sebelum dirinya berpulang ke rahmatullah. Kata-kata itu diucapkan Gus Dur di ...  [selengkapnya]





oleh Heru Prasetia, Edi Jatmiko
Rp 29.000      Rp 24.650

Gus Dur adalah sosok kontroversial. Tak aneh apabila ada yang memuji dan mencercanya. Satu sosok dua penilaian. Misalnya, bagaimana ketika ia mengatakan bahwa ucapan “Assalamualaikum” bisa diganti dengan selamat pagi/siang/sore/dan malam, banyak orang  mencela dan membelanya. ...  [selengkapnya]





oleh Greg Barton
*** Out of Print ***

In October 1999, Abdurrahman Wahid, almost blind and recovering from a nearfatal stroke, was elected as Indonesia's fourth president. Referred to as `Indonesia's surprising new president' by the Economist, the man who had commanded the highest respect of his fellow countrymen for his lifetime ...  [selengkapnya]





oleh Iip Dzulkifli Yahya
Rp 55.000      Rp 46.750
Sikapnya sering kontroversial dan tidak mudah ditebak, tapi ia tergolong pejuang kemanusiaan yang konsisten pada zaman ini. Sebagai pendorong gerakan antikekerasan, kebebasan beragama, persahabatan antartokoh agama dan kepercayaan, semangatnya seakan tak pernah padam. Buku Bergambar dalam Seri ...  [selengkapnya]





oleh Mohamad Sobary
*** Out of Print ***

Inilah "catatan" tentang sosok Gus Dur dari dalam: potret pemikiran dan wawasan, aspirasi dan idealisme, dan segenap wujud pengungkapannya di dalam hidupnya yang tak datar: hidup penuh ombak, dan gelombang, yang telah membuat Gus Dur tampil dalam dua wajah yang sama menariknya. Satu, Gus Dur ...  [selengkapnya]





oleh M. Sulton Fatoni, Wijdan Fr.
Rp 75.000      Rp 63.750
Gus Dur adalah manusia multidimensi.  Berbagai pikirannya kaya akan dimensi dan angle. Pemikiran K.H. Abdurrahman Wahid (1984-1999) berserakan di mana-mana. Mulai dari topik dan kajian tentang Islam, toleransi, sikap inklusif dan humanitarianisme uni­versal, soal Indonesia dan ...  [selengkapnya]













True Love Stories
Suka itu... ketika hati memuji akan hadirnya. Terpikat itu... ketika hati hanya ingin mengarahkan pandang kepadanya. Rindu itu... ketika hati tak henti membisikkan nama dan menaruh bayangannya pada ...   

[selengkapnya]